04 Agustus, 2020

High & Low: The Worst (2019), Pertarungan Memukau dengan Cerita Hambar

High & Low The Worst (2019).jpg


"High & Low: The Worst" adalah sebuah spin-off dari "High & Low" dimana disini cerita akan berfokus pada SMA Oya, salah satu geng dari S.W.O.R.D. Namun, kisahnya bukan berfokus pada kelompok SMA Oya-nya Murayama. Di SMA Oya ada murid full-time (penuh waktu) dan part-time (paruh waktu), Murayama dan kelompoknya masuk dalam murid part-time. Di film ini akan lebih berfokus pada murid-murid full-time-nya, meskipun kelompok Murayami tetap tampil disini.

"High & Low: The Worst" juga merupakan crossovers antara waralaba "High & Low" dan "Crows x Worst". "Crows x Worst" sendiri adalah sebuah serial manga karya Hiroshi Takahashi yang merupakan sumber adaptasi film "Crows Zero". Kelompok dari "Crows x Worst" yang hadir disini adalah SMA Housen.

"High & Low: The Worst" disutradarai oleh Shigeaki Kubo dengan cerita yang ditulis oleh Norihisa Hiranuma, Shoichiro Masumoto dan Kei Watanabe. Film ini dirilis di Jepang pada 4 Oktober 2019 dan mengumpulkan pendapatan sekitar $6 juta dari seluruh dunia.
Sinopsis: Red Rum, obat-obatan terlarang yang dulu pernah menghilang setelah jatuhnya Kuryu Group kini muncul kembali dan beredar di SMA Oya serta SMA Housen. Oya dan Housen kemudian terlibat konflik yang berujung pada perkelahian antara dua sekolah kuat tersebut.
Apakah menonton film ini tanpa menonton film-film "High & Low" sebelumnya tidak masalah?

Saran saya kalian harus lebih dulu menonton film-film "High & Low" sebelumnya karena cukup banyak hal yang berkaitan dengan film-film sebelumnya disini, terutama masalah Red Rumnya. Tapi, tenang saja, di film ini akan dijelaskan secara singkat hal-hal yang berhubungan dengan film-film "High & Low" sebelumnya.

Sayang sekali "High & Low: The Worst" tidak mempu memberikan cerita yang unik dan baru. Ceritanya benar-benar hambar karena menggunakan formula yang sudah pernah dipakai di film "High & Low" sebelumnya maupun "Crows Zero". Saya sudah jenuh dengan alur cerita seperti itu, padahal 3 film "High & Low" (bukan spin-off) ceritanya cukup memuaskan bagi saya.

Cerita hambar diperparah lagi dengan humor-humor khas Jepang yang kebanyakan tidak cocok bagi saya secara pribadi. Kembali ke selera masing-masing soal humor, mungkin kalian yang suka hal-hal berbau Jepang a.k.a. wibu cocok dengan humor di film ini.

Akting sebenarnya normal-normal saja, sayangnya ada beberapa momen dimana pemainnya kebanyakan gaya, jadi agak sedikit jijik. Sebenarnya di film-film "High & Low" sebelumnya hal ini sudah lumrah. Mungkin juga naskahnya yang mengharuskan para pemain bergaya seperti itu.

Pengembangan karakter disini juga kurang dimaksimalkan terutama dari karakter-karakter sekolah Housen. Beberapa karakter seperti diciptakan hanya untuk satu fungsi yang mana itu bisa diganti dengan cara lain, karakter itu ditiadakanpun tidak terlalu berpengaruh, salah satunya adik Sachio. Disini juga diperkenalkan karakter-karakter baru. Saya sedikit khawatir dengan menumpuknya karakter di "High & Low", apakah semua karakter bisa dengan baik digunakan sesuai porsinya masing-masing di film selanjutnya, semoga saja.

"High & Low: The Worst" memang lemah dari naskah dan cerita tapi keren parah soal adegan baku hantamnya. Kemajuan jelas terlihat di scene perkelahiannya jika dibandingkan film-film "Crows Zero" dan "High & Low" sebelumnya. Sekarang sudah terlihat menggunakan koreografi, tidak asal tonjok sana-sini, jadi lebih berseni. Pergerakan kamera juga semakin berkembang, penggambaran chaos-nya perkelahian di film ini jadi makin indah dilihat.

Adegan tawurannya semakin terasa keren dengan musik yang mengiringinya. Musik latarnya memainkan tempo dengan sangat baik. Film-film "High & Low" memang selalu punya musik yang ikonik.

Meskipun terkesan lebay dengan gaya yang mencoba terus mendramatisir di setiap scene tapi harus saya akui film ini cukup emosional di akhir. Entah kenapa tontonan Jepang selalu paling jago kalau soal menyajikan kisah persahabatan, entah anime atau filmnya.

Lalu bagaimana dengan Suzuran? Ya, ini adalah salah satu hal yang paling banyak orang tunggu-tunggu, bagaimana keterlibatan Suzuran di film ini. Suzuran sempat tampil di trailernya, namun semua orang sudah paham kalau Suzuran akan tampil di credit scene saja dan ternyata benar Suzuran hanya diperlihatkan di credit scene. Selain itu, Suzuran sempat di sebut oleh Todoroki, dari dialog Todoroki diketahui kalau Suzuran lebih kuat dari Housen dan saat ini dipimpin oleh seseorang bernama Lao. Sachio diceritakan tidak pernah menang melawan Lao. Jika crossovers ini berlanjut pasti akan sangat menarik, bagaimana Suzuran kedepannya, apakah akan langsung terlibat konflik di S.W.O.R.D. atau masih berkutat dengan murid penuh waktu SMA Oya?

Disini juga tidak diceritakan apakah Housen dan Suzuran disini setelah atau sebelum ada Genji di "Crows Zero" atau memiliki cerita terpisah dengan film "Crows Zero".

Baca juga: High & Low: The Movie (2016), Bersatunya S.W.O.R.D.

Overall, "High & Low: The Worst" memang sangat biasa dari segi cerita namun unggul dalam baku hantam dengan iringan musik yang keren. Setidaknya keunggulan dalam adegan laganya membuat film ini masih recommended untuk di tonton, apalagi untuk kalian yang memang mengikuti serial film "High & Low".

Nilai: 6/10

Referensi:
www.imdb.com
www.asianwiki.com
www.wikipedia.org

Sumber gambar:
www.imdb.com

Keywords: Review & Ulasan Film High & Low: The Worst (2019), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Sinopsis, Full Movie Download Subtitle Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Streaming, Suzuran, Housen, Genji

3 komentar:

  1. Saya pengen banget liat sosok lao pemimpin suzuran yg sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sabar, di film selanjutnya mungkin akan muncul, meskipun sampai sekarang kabar film terbaru "High & Low" masih belum ada...

      Hapus
  2. Gua harap yang memimpin suzuran di era sekarang itu Kaburagi Kazeo

    BalasHapus