22 Juli, 2020

Review Film Silenced (2011)


THERE'S NO JUSTICE IN THE WORLD UNLESS WE MAKE IT

Saya mulai setuju bahwa headline kejam diatas benar, tidak ada keadilan ideal di dunia ini, film ini menegaskan hal tersebut. Apa yang saya rasakan setelah menonton film ini? Amarah tidak berkesudahan. Mengapa? Film adaptasi novel best seller yang bersumber dari kisah nyata ini benar-benar meremukan hati. Dari awal hingga akhir, suasana kelam dan menyedihkan langsung menyedot kebahagiaan penonton, bahkan kharisma hangat Gong Yoo tidak cukup membuat rasa bahagia hadir.

Silenced menceritakan tentang usaha seorang guru dan seorang aktivis membongkar kasus pelecehan seksual yang dilakukan kepada anak-anak di sekolah berkebutuhan khusus. Kejahatan seksual ini begitu rapi tertutup bertahun-tahun, terstruktur, dan melibatkan banyak pihak. Saya merasakan amarah dan frustrasi ketika anak-anak manis tidak berdosa ini divisualisasikan menerima perlakuan tidak manusiawi, beberapa adegan membuat bulu kuduk saya merinding. Makin menyakitkan jika mengingat kisah ini diadaptasi dari kejadian nyata.

Cara bertutur sang sutradara, Dong Hyuk Wang, begitu kelam. Dia paham bahwa detail kecil disetiap event mampu membangun simpati penonton terhadap keseluruhan cerita. Maka secara perlahan, penonton dibuat menyayangi ataupun membenci seorang tokoh melalui rangkaian komunikasi non verbal, interaksi halus atau potongan momen sederhana, sebelum akhirnya meremukan batin lewat punch line kejadian yang menyulut pelatuk emosi. Lebih lanjut, film ini mengusung misi kemanusiaan yang penting.

Kenapa anda harus menonton film ini? Karena film ini adalah contoh sebuah pergerakan kemanusiaan melalui film. Dua bulan setelah film ini release, demonstrasi besar-besaran dilakukan oleh masyarakat, memaksa kasus kelam yang telah lama dikubur pengadilan kembali dibuka hingga akhirnya sekolah tempat kejadian perkara benar-benar ditutup oleh pemerintah setempat. Mungkin benar apa yang dikatakan Petyr Baelish, there's no justice in the world unless we make it.

#Silenced #Gongyoo #morondrama #reviewfilm #filmkorea #dramakorea #children #humanity #korea #moronsilenced

0 komentar:

Posting Komentar