21 Juli, 2020

Review Film The Lunchbox (2013)


GOOD FOOD DOESN'T ALWAYS MEAN GOOD (LOVE) LIFE

Terkadang, latar tempat dan budaya tertentu membuat emosi suatu film tidak dapat dirasakan secara luas. Namun, film ini bisa dibilang masuk pengecualian. After all, memang siapa yang sekali dua kali tidak pernah merasa hampa dan kosong?

Paling tidak, Saajan (Khan) dan Ila (Kaur) tengah mengalaminya. Mereka sebetulnya adalah dua orang asing, satu pekerja kantoran semi pensiun, satu lagi ibu rumah tangga yang diabaikan. Ketika suatu hari kotak makan Ila untuk suami salah terkirim ke Saajan, komunikasi terjalin di antara keduanya, termasuk kemungkinan untuk timbulnya cinta.

Widescreen aspect ratio-nya boleh saja dipadati dengan carut marut Mumbai, dialognya sah-sah saja menyinggung email dan teknologi, pun musik yang berdering sesekali. Namun, sang sutradara tetap berhasil menempatkan Saajan dan Ila pada dunia tersendiri dan membiarkan penonton masuk – ikut penasaran atas rangkaian kata yang tertulis pada surat, membuat ruang sepi pada diri masing-masing terasa sedikit bergemuruh.

Terasa kontras adalah sosok Shaikh (Siddiqui), pemuda penuh semangat calon pengganti Saajan – menghilangkan kesan naskah terlalu kelam dengan membubuhi harapan. Naskah juga cukup “jenaka” dengan menghadirkan sosok Auntie Deshpande, tetangga lantai atas yang mirisnya hanya berkomunikasi lewat teriakan, tanpa tatap muka.

Menariknya, kisah Saajan dan Ila bisa dibilang adalah romansa dewasa. Berbagai poin penting dikuliti pelan-pelan dan tidak ada kewajiban untuk menjadikan semuanya indah, alias pelik mendekati realita. Namun, menurut saya, bintang utama film ini adalah performa Khan dan Kaur. Dituntut berakting secara “nuanced” dan mengandalkan gerak-gerik, pahit dan manis-nya kisah hidup yang ditampilkan tetap terasa, beberapa bahkan membekas.

Sebagai bonus, penonton turut disajikan pengetahuan atas sistem catering terkenal Mumbai (dabbawalas) serta rentetan adegan penggugah selera. All in all, jika kalian mencari film dengan bumbu yang pas di segala sisi, ini salah satunya.

Rotten Tomatoes: (112 critics)

#moronromance #morondrama #goodfood #delicious #loneliness

0 komentar:

Posting Komentar