03 Agustus, 2020

Review Film Hereditary (2018)


A GOOD HORROR SCARES YOU, THE SPECTACULAR ONE HAUNTS YOU

Film perdana Ari Aster ini tergolong yang kedua. Serupa The Witch (2015) dan The Babadook (2014), Hereditary lebih mengandalkan cerita untuk menciptakan sensasi ngeri, bukan hanya jump scare. Teror mental sendiri dimulai ketika Ibu dari seorang seniman miniatur bernama Annie (Collette) meninggal. Wide shot berupa transisi dollhouse ke rumah asli di awal film seakan mengisyarakan ada misteri yang mengancam keluarga Annie: suami Steve (Byrne), anak laki-laki Peter (Wolf), dan anak bungsu perempuan Charlie (Shapiro).
.
Perlu dipahami bahwa Hereditary lebih cocok disebut padat daripada lambat. Proses membangun tensi memang butuh waktu tapi semua akan terbayar dengan banyak kegilaan. Teknik pengambilan gambar yang bervariasi dan premis family melodrama pun sukses menjaga atensi kita. Sisi akting? Begitu apik! Meski Collette seakan dipuji sendirian, jangan lupakan Wolff yang menampilkan emotional trauma tanpa banyak kata, terutama blank face penuh makna pada adegan mobil dan meja makan. Shapiro beserta suara tongue pop-nya juga tampil begitu ikonik. Meski dia "tidak ada", auranya tetap terasa. Untuk Steve, dia bukan datar, tokoh waras memang penting sebagai penyeimbang.

Film ini dicintai dan dibenci secara bersamaan. Saran saya adalah coba untuk memahami posisi tiap tokoh dan bukan hanya menanti munculnya plot twist. Reward dari horor tipe ini bukan sekedar sensasi fisik tapi juga psikis, terutama rasa tidak nyaman dan kecemasan. Didukung dengan teknik editing dan sound yang tepat guna dan tepat waktu, momen tertentu bahkan dapat terasa traumatis dan menetap, apalagi hubungan dinamis antara Annie dan Peter.

Hadirnya banyak unsur horor klasik turut menegaskan bahwa formula lama terbukti masih relevan hingga kini. Hanya saja, saya bukan penggemar konklusi film ini yang banyak dilakukan lewat dialog – terasa kontras karena sebelumnya kita selalu diberi teka-teki. Terlepas dari hal itu, Hereditary adalah salah satu cinematic experience terbaik saya yang amat mengganggu namun mengesankan. My favorite line?

I AM YOUR MOTHER!

Rotten Tomatoes: 89% (251 critics)

#moronhorror #filmhoror #hereditary #takut #seram

0 komentar:

Posting Komentar