06 Agustus, 2020

Review Film Foxtrot (2017)


ONE OF THE BEST FILMS ABOUT GRIEF EVER, SIMPLY PAINFUL.

Ironis memang melihat kata penderitaan dan Israel disandingkan bersama. Situasi politik dan media membuat semua orang memiliki pandangan negatif terhadap negara satu ini, tidak terkecuali saya. Meski demikian, saya tetap saja terluka melihat Foxtrot. Mungkin benar kata orang jika suka dan duka adalah bahasa universal.

Film ini sendiri diceritakan lewat 3 bagian. Pada bagian pertama, beberapa pasukan Israel mengetuk pintu apartemen seorang arsitek bernama Michael (Ashkenazi), diikuti dengan sang istri, Dafna (Adler), yang pingsan seketika. Pasalnya, anak laki-laki mereka, Jonathan (Shiray), baru gugur dalam perang.

Saya suka bagaimana sang sutradara tidak membuang waktu dan langsung memberi rasa sakit di momen pertama. Terlebih, reaksi dan akting Ashkenazi begitu memicu emosi. Dari tertegun, bingung, hingga marah, penonton ikut merasakannya perlahan. Aspect ratio 2,35: 1 yang berpadu dengan banyak close up pun makin memberi kesan dekat dan mencekik.

Pada bagian kedua, film beralih ke medan perang dan mengikuti keseharian Jonathan. Menariknya, kamera lebih banyak memainkan wide shot dan cerita berubah dari murni drama menjadi sajian absurd. Meski agak lambat, momen klimaks bagian ini begitu tak terduga dan menyisakan rasa sesak di dada. Diselingi dengan animasi unik, bagian ketiga mengajak penonton kembali ke apartemen Michael dan menghubungan semue cerita. Ketika akhirnya twist terkuak, final shot film ini terasa amat memilukan.

Foxtrot secara utuh memiliki sinematografi dan color pallete yang super cantik. Maoz juga sangat mahir menggunakan imagery dan bahasa non-verbal. Tanpa banyak dialog, rasa sakit perlahan terbangun dalam benak penonton dan tidak mau pergi. Metafora pada film ini pun cukup mudah dipahami dan beberapa dark humor yang ada sukses membuat saya tertawa miris. Bukan propaganda, film ini adalah bentuk kritik Maoz terhadap Israel tentang kesia-siaan perang. Pada akhirnya kedua belah pihak memang berduka.

All in all, saya pastikan film ini ada di top 10 film terbaik 2018. Go see it!

Rotten Tomatoes: 96% (112 critics)
#grief #duka #morondrama #foxtrot #israel #moronfoxtrot #sedih

0 komentar:

Posting Komentar