12 Agustus, 2020

Review Film Burning (2018)


NOT EVEN A MASTERPIECE CAN STOP KOREA'S OSCAR CURSE

BLACKPINK merajalela, BTS mendunia, film Korea dimana-mana. Tapi, Korea belum pernah menembus kategori Best Foreign Language Oscar. Paling dekat adalah Burning, berhasil masuk 9 besar. Tetap saja, film ini terlalu bagus dan 'misterius' untuk tidak dikenal lebih luas.

Misteri datang sedari awal ketika seorang delivery boy bernama Jong-su (Ah-in) bertemu gadis bernama Hae-mi (Jong-seo) yang 'mengaku' mengenalnya. Tidak lama, ia memperkenalkan Jong-su pada Ben (Yeun), pria kaya nan karismatik.

Burning memang seperti lukisan abstrak. Reaksi orang hanya ada dua, suka dan tidak. Bagi saya, Burning berhasil berkesan karena dari awal saya tidak mengharapkan plot. Saya siap mempelajari tokoh Jong-su frame demi frame, terutama interaksi pasif-agresif nya dengan Ben dan Hae-mi, yang juga penuh dengan teka-teki. Mengambil isu status sosial sebagai fondasi utama, berbagai metafora dan dialog sengaja makin menjelaskan gap antara Jong-su dan Ben, seperti ada tensi tidak terucap tapi siap meledak kapan saja. Suara-suara pada background pun turut menyumbang kesan 'genting' meski seakan tidak bermakna: mulai dari bising perkotaan, propaganda Korea Utara, hingga Trump. Tangkapan kamera? Begitu artistik, cukup menghibur mengingat film ini memang slow burning.

Tidak ada yang benar-benar 'terbakar' kecuali rasa jengkel dan penasaran penonton. Saya, sama seperti Jong-su, merasa iri pada Ben. Kemudian ketika sesuatu terjadi, saya juga ikut paranoid dan penuh asumsi atas apa yang terjadi. Semua build-up ini akan berakhir pada adegan final yang saya yakin susah dilupakan dan, ya, makin membuat jengkel. Film ini merangsang emosi tapi begitu lama untuk mencapai klimaks, jika ada sekalipun. Ending film bisa jadi adalah awal sebenarnya, seperti selesai menonton The Wailing (2016). Sensasi seperti ini yang jarang saya rasakan dengan hanya menonton film – membuat kita menjadi bagian dari konflik, bukan sebatas objek untuk melihatnya tamat.

Saya tidak tau dengan Oscar, bagi saya film 'pengganggu mental' seperti ini lebih tinggi dari 9 besar.

Rotten Tomatoes: 95% (131 critics)

#burning #moronthriller #filmkorea #yooahin #stevenyeun

0 komentar:

Posting Komentar