Desember 11, 2019

Review Film The Umbrellas of Cherbourg (1964)


THE BEST MUSICAL OF LOVE AND HEARTBREAK, NO DIALOGUES NEEDED

Damien Chazelle pernah berujar bahwa obsesinya atas film musikal berasal dari peraih Palme d'Or 1964 ini. Rasanya memang bisa disimpulkan bahwa tidak akan ada La La Land jika tidak ada masterpiece yang amat spesial ini, plain and simple. Mana yang lebih bagus?

Well, that's not the point karena sejatinya dua film ini berbeda. Di saat La La Land berdialog seperti film pada umumnya, film ini melantunkan semua dialog para tokohnya. Mulai dari obrolan manis soal cinta, renungan tentang hidup, hingga perkara se-sepele membeli bensin, nada dan irama tidak pernah kabur dari telinga penonton. Terlebih, score orkestra hadir tanpa putus sepanjang 90 menit durasinya yang terbilang efektif ini. Jika makin lama romansa kekininan makin ruwet karena senantiasa mencoba premis baru, perkara cinta di sini terkesan apa adanya. Gadis naif bernama Geneviève (Deneuve) dan mekanik muda bernama Guy (Castelnuov) saling terpikat dan merasa dunia milik berdua. Bagi kalian yang pernah jatuh cinta, bukankah cinta sesederhana itu? Karenanya, saya bilang film ini begitu manis.

Tapi tidak juga, film ini juga penuh intrik dan drama anti-lebay yang tidak melulu menyoal sejoli kasmaran. Kematian? Patah hati? Keputusasaan? Well, apapun itu rasanya saya siap saja terus memandang layar mengingat warna-warna yang ditampilkan pun begitu memanjakan mata. Mungkin beberapa orang merasa lelah dan berharap para tokoh berbicara normal saja. Bagi yang selalu haus akan cinematic experience yang unik, saya rasa yang muncul justru rasa respect pada sang sutradara Demy karena telah bertindak sedemikian inovatif, bahkan saya rasa tidak ada duanya hingga kini.

Meski film ini datang dari jaman baheula, namun saya rasa premis utama film ini masih relevan, apalagi jika penonton mau ikut memahami kondisi di setting yang diceritakan. Apa hal yang lebih indah dari cinta dan harapan di jaman yang dipenuhi duka perang dan ketidakpastian? Nothing. Log out dulu facebook dan tinder dan mari rayakan love and heartbreak secara hakiki, dimana semuanya masih soal rasa.

Rotten Tomatoes: 98% (54 critics)

#moronmusical #moronromance #love #heartbreak #hope #lalaland

0 komentar:

Posting Komentar