Desember 11, 2019

Review Film The Theory of Everything (2014)


SOMETHING THAT CAN'T EXPLAIN BY EVERY THEORY IN THE WORLD: LOVE

Orang mengenal serta mengagumi Stephen Hawking sebagian ilmuwan besar penemu teori relativitas umum dan mekanika quantum, atau membencinya karena argumentasi berbau atheisme. Meski berformat biography, The Theory of  Everything arahan James Marsh tidak memotret perjalanan hidup Hawkins dari frame tersebut. Sesuai dengan buku sumber adaptasinya, elemen kehidupan paling personal Stephen Hawking lah yang disorot: Cinta.

Ya, film ini adalah sebuah kisah roman, salah satu favorit saya. Mengapa? Entah. Mungkin screenplay dan sinematografi film ini begitu memabukkan indra audio, visual, dan sitem limbik pengatur emosi yang saya miliki sepanjang durasi, atau mungkin chemistry Eddie dan Felicity terlalu kuat untuk dibantah. Satu hal yang pasti, aspek eksekusi editing dan akting Eddie Redmayne layak mendapatkan semua jempol yang saya miliki.

Kisah ini dimulai saat Stephen Hawking (Redmayne) berproses mencapai gelar PhD di Cambridge University. Di tengah pergelutannya dengan matematika dan fisika, Stephen bertemu dengan Jane Wilde (Jones). Keduanya jatuh hati dan menjalani bittersweet love life yang tidak mudah, pasalnya Stephen menderita ALS, sebuah penyakit yang mengancam fungsi normalnya sebagai manusia. Pasangan ideal dan kisah cinta manis sempurna tokoh besar? Bukan itu yang ingin dipamerkan dalam film ini. Meski kurangnya pendalaman inti permasalahan di beberapa bagian dan penempatan plot yang terkadang terkesan mendistraksi dan tanggung, keintiman cara bertutur film ini begitu kuat.

Theory of Everything berhasil memanusiakan Hawkins dan istrinya, mengajarkan untuk bisa memahami kebahagiaan dengan mengajak penonton untuk merasa kondisi tidak ideal terlebih dahulu. Selamat merayakan atmosfer penuh cinta Royal Wedding dengan menonton film ini.

Rotten Tomatoes: 78% (193 critics)

#Theoryofeverything #StephenHawkins #Eddieredmayne #moronromance #reviewfilm #filmbagus #love

0 komentar:

Posting Komentar